Jalan Menggapai Hidayah part 2

Prayit Ikhsan Abdul Aziz, Lc

Taubat

بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله و كفى ،

و الصلاة والسلام على النبي المصطفى ، و على آله و صحبه المجتبى ، أما بعد

Ba’da Tahmid dan Salam kepada Rasul ..

Atas takdir ketentuan dan hikmah Allah SWT, manusia menjadi makhluk yang berdosa. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah riwayat hadist :

عن أبي أيوب الأنصاري عن النبي صلى الله عليه و سلم قال : لَوْلَا أَنَّكُمْ تُذْنِبُوْنَ لَخَلَقَ اللَّهُ خَلْقًا يُذْنِبُوْنَ يَغْفِرُ لَهُمْ، رواه مسلم

Dari abu ayyub al-anshory dari Nabi SAW bersabda : “ seandainya kamu sekalian tidak berdosa, pasti Allah akan menciptakan makhluk yang mereka berdosa kemudian Allah mengampuni mereka” HR. Muslim.

Oleh karenanya semua manusia berdosa – kecuali para nabi ( ma’shum) -, sehingga orang-orang shalih adalah bukan orang yang tidak pernah berdosa, tetapi orang shalih adalah orang yang apabila berdosa mereka segera bertaubat kepada Allah SWT.

عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاء وَ خَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ، رواه الترمذي

Dari Anas bin malik r.a berkata : bersabda Rasulullah SAW : setiap bani adam berdosa, dan sebaik-baiknya orang yang berdosa adalah yang bertaubat.

Orang yang bertaubat harus meluruskan niatnya hanya untuk Allah SWT dan berazam sekuat-kuatnya dalam hati untuk tidak mengulanginya lagi. Namun  apabila suatu saat hatinya lemah dan mengulangi kembali kemaksiatannya, ia pun harus segera mengulangi taubatnya kembali kepada Allah SWT, dan seperti itu seterusnya. Sehingga bukan menjadi syarat sah taubat untuk tidak mengulangi kembali kemaksiatannya, karena hal itu melawan sunnatullah bahwasannya manusia sebagai makhluk yang berdosa. Tetapi, cukup baginya untuk mengulang-ulangi kembali taubatnya. Sesungguhnya Allah tidak pernah bosan mengampuni hamban-Nya sampai hamba tersebut yang bosan untuk mengulangi taubatnya.

عن أبي هريرة رضي الله عنه عن الني صلى الله عليه و سلم فيما يحكي عن ربه عز و جل قال : أَذْنَبَ عَبْدٌ ذَنْبًا، فَقَالَ : اللَّهُمَّ اغْفِرْلِيْ ذَنْبِيْ ، فَقَالَ تَبَرَكَ وَ تَعَالَى : أَذْنَبَ عَبْدِيْ ذَنْبًا، فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ، وَ يَأْخُذُ بِالذَّنْبِ، ثُمَّ عَادَ فَأَذْنَبَ، فَقَالَ : أَيْ رَبِّ اغْفِرْلِيْ ذَنْبِيْ، فَقَالَ تَبَارَكَ وَ تَعَالَى : عَبْدِيْ أَذْنَبَ ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ، وَ يَأْخُذُ بِالذَّنْبِ، ثُمَّ عَادَ فَأَذْنَبَ، فَقَالَ : أَيْ رَبِّ اغْفِرْلِيْ ذَنْبِيْ، فَقَالَ تَبَارَكَ وَ تَعَالَى : عَبْدِيْ أَذْنَبَ ذَنْبًا  َعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ، وَ يَأْخُذُ بِالذَّنْبِ، اعْمَلْ مَا شِئْتَ فَقَدْ غَفَرْتُ لَكَ ، قال عبد الأعلى : لَا أَدْرِيْ أَقَالَ فِي الثَّالِثَةِ أوِ الرابعة : اعمل ما شئت . رواه مسلم

Dari abu Hurairah r.a dari Nabi Muhammad SAW tentang apa yang diceritakan dari Rabbnya azza wa jalla, berfirman : berdosa seorang hamba, maka ia berkata : Ya Allah ampunilah dosaku, maka Allah tabaraka wa ta’ala berfirman : hambaku berbuat dosa, maka ia tahu bahwa ia punya rabb yang mengampuni dosa, dan Allahpun menghapus dosanya, kemudian hamba itu mengulangi lagi berbuat dosa, maka berkata : wahai Rabbku ampunilah dosaku, maka Allah tabaraka wa ta’ala berfirman : hambaku berbuat dosa, maka ia tahu bahwa ia punya rabb yang mengampuni dosa, dan Allahpun menghapus dosanya, kemudian hamba itu mengulangi lagi berbuat dosa, maka ia berkata : wahai Rabbku ampunilah dosaku, maka Allah tabaraka wa ta’ala berfirman : hambaku berbuat dosa, maka ia tahu bahwa ia punya rabb yang mengampuni dosa, dan Allahpun menghapus dosanya, lakukanlah sesuka hatimu maka sungguh aku telah mengampunimu. Berkata Abdul a’la : aku tidak tahu apakah Allah berfirman “ lakukanlah sesuka hatimu, maka sungguh aku telah mengampunimu” di yang ketiga atau yang ke empat . HR. Muslim

Setiap kali bermaksiat, saat itu juga langsung diikuti taubat dengan mengerjakan amal shaleh sebagai kafaratnya, atau paling tidak langsung diikuti dengan dzikir istighfar berulang-ulang kali sampai di dapatkan hati menjadi tenang .

عن معاذ بن جبل رضي الله عنه ، عن رسول الله ص.م قال : اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَ أَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا و خَالِقِ النَّاسِ بِخُلُقٍ حَسَنٍ . رواه الترمذي

Dari Mu’adz bin jabal r.a dari Rasulullah SAW berkata : bertakwalah kepada Allah dimanapun kamu berada, dan ikutilah keburukan dengan kebaikan akan menghapusnya, dan pergaulilah manusia dengan akhlakyang baik. HR tirmidzi

عن ابن مسعود قال : قال رسول الله ص.م : مَنْ قَالَ : أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِي لَا إله إلا هو الحَيُّ القَيُّومُ و أَتُوْبُ إِلَيْهِ، ثَلَاثًا، غُفِرَتْ ذُنُوْبُهُ وَ إِنْ كَانَ فَارًّا من الزَّحْفِ . رواه الحاكم

Dari ibnu mas’ud berkata : bersabda rasulullah SAW : barang siapa berkata :

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِي لَا إله إلا هو الحَيُّ القَيُّومُ و أَتُوْبُ إِلَيْهِ tiga kali , diampuni dosa-dosanya walaupun ia lari dari peperangan. HR. Hakim

Ikhwati fillahh … Jika kita telah sungguh-sungguh memberikan hak taubat atas dosa-dosa kita, dengan izin Allah SWT kita akan mendapatkan hidayah-Nya. Allah swt berfirman :

إِنَّ اللهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَ يَهْدِيْ إِلَيْهِ مَنْ أَنَابَ . الرعد 27

Sesungguhnya Allah SWT menyesatkan siapa yang Ia kehendaki, dan Ia memberi petunjuk kepada-Nya bagi siapa yang bertaubat. Ar-Radd 27.

بارك الله لي و لكم

و صلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم

و آخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

Jalan Menggapai Hidayah part 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *